Review Redmi Pad SE, Tablet Terjangkau untuk Produktivitas dan Hiburan

Review Redmi Pad SE, Tablet Terjangkau untuk Produktivitas dan Hiburan

Xiaomi meluncurkan tablet terbarunya, Redmi Pad SE di pasar Indonesia pada awal September lalu.

Harga Redmi Pad SE di Indonesia dibanderol seharga Rp 1,9 juta untuk satu-satunya varian yang tersedia, yakni kombinasi RAM dan media penyimpanan (storage) 4/128 GB.

KompasTekno berkesempatan untuk menjajal Redmi Pad SE varian warna Graphite Gray. Tablet ini kami gunakan untuk aktivitas sehari-hari dan gaming selama kurang lebih satu bulan.

Setelah menggunakan tablet ini dalam periode waktu tersebut, kami menemukan sejumlah kelebihan dan kekurangan Redmi Pad SE.

Apa saja kelebihan dan kekurangan tablet Xiaomi Redmi Pad SE ini?

Desain ringkas dan enak dibawa

Tablet terbaru Xiaomi memiliki dimensi 255,53 x 167,08 mm x 7,36 mm. Redmi Pad SE memiliki bobot 478 gram sehingga ringan untuk dibawa, bahkan ketika menggunakan satu tangan.(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Sebuah tablet idealnya mudah untuk dibawa bepergian, sehingga dapat menyokong produktivitas pengguna atau menjadi “sarana hiburan” di mana pun pengguna berada.

Menurut kami, Redmi Pad SE sudah memenuhi syarat “mudah dibawa”. Hal ini dikarenakan tablet ini memiliki dimensi 255,53 x 167,08 mm x 7,36 mm, dan bobot 478 gram.

Baca juga: Tablet Xiaomi Redmi Pad SE: Spesifikasi dan Harga di Indonesia

Dengan ketebalan dan bobot seperti itu, Redmi Pad SE juga bisa digenggam dengan nyaman menggunakan satu tangan.

Adapun penggunaan satu tangan cocok saat mengoperasikan tablet dalam posisi vertikal atau portrait. Ketika digunakan dalam posisi horizontal atau landscape, akan lebih nyaman jika menggunakan dua tangan.

Xiaomi Redmi Pad SE tampaknya memang didesain untuk digunakan dalam posisi horizontal atau landscape. Hal ini terlihat dari posisi kamera depan yang berada di tengah jika tablet digunakan dalam posisi landscape, mirip sebuah webcam di laptop.

Melirik desainnya, Redmi Pad SE dirancang dengan bahan paduan aluminium, sehingga tampak kokoh. Tablet tidak terasa licin ketika dipegang, tetapi pengguna tentunya harus berhati-hati untuk tidak menjatuhkan tablet.

Layar luas untuk nonton video

Redmi Pad SE mengusung layar 11 inci dengan resolusi Full HD Plus (1.920 x 1.200 piksel) dan dukungan 16,7 juta warna. Layar ini sangat cocok digunakan untuk menonton video YouTube atau Netflix-an(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Kami merasa bahwa Redmi Pad SE sangat cocok digunakan pengguna yang suka menonton video YouTube atau “Netflix-an”.

Hal ini dikarenakan tablet anyar tersebut mengusung layar luas 11 inci, dengan resolusi Full HD Plus (1.920 x 1.200 piksel).

Dengan begitu, pengguna bisa menikmati kualitas visual yang tajam.

Layar Redmi Pad SE juga didukung dengan refresh rate hingga 90 Hz. Jadi, pengalaman menggeser layar, perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya, dan gaming menjadi lebih mulus.

Sehubungan dengan itu, Xiaomi juga sudah menyiapkan beragam fitur gestur yang mempermudah pengalaman pengguna, ketika menggeser layar atau berpindah ke aplikasi lainnya.

Pengguna bisa melakukan swipe up dari bawah layar (baik saat tablet dalam posisi vertikal maupun horizontal) untuk mengakses home screen.

Baca juga: Harga Tablet Oppo Pad Air Terbaru September 2023 dan Spesifikasinya

Berikutnya, pengguna bisa kembali ke jendela sebelumnya (back) dengan melakukan swipe dari pinggir layar ke tengah. Ada pula kombinasi swipe up dan menahan jari (hold) untuk melihat daftar aplikasi yang sedang aktif.

Nah ketika menggeser atau menyentuh layar, pastikan pengguna tidak menekannya terlalu keras, karena hal tersebut akan meninggalkan noda atau sidik jari.

Selanjutnya, panel Redmi Pad SE mempunyai dukungan 16,7 juta warna, kerapatan piksel 270 ppi, rasio layar ke bodi 84,4 persen, touch sampling rate 180 Hz, dan tingkat kecerahan (brightness) maksimum 400 nits.

Dengan tingkat kecerahan seperti itu, pengguna tetap bisa melihat layar dengan nyaman, meski dibawah terik sinar matahari.

Fitur lainnya, tablet memiliki mode membaca alias “Reading Mode”, yang menyesuaikan warna dan tekstur layar sehingga nyaman di mata.

Redmi Pad SE memiliki mode membaca alias ?Reading Mode?, yang menyesuaikan warna dan tekstur layar sehingga nyaman di mata.(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Mode ini dibagi menjadi dua opsi, yaitu “Classic” yang mengubah warna layar menjadi oranye yang lebih hangat, dan “Paper” yang kurang lebih sama, tetapi juga menambahkan tekstur kertas di layar.

Dukungan Dolby Atmos

Dalam orientasi horizontal, pengguna bisa melihat dua speaker pada sisi kiri tablet, dan dua speaker pada sisi kanan. Keempat speaker ini mendukung teknologi Dolby Atmos dan Hi-Res Audio untuk menghasilkan audio yang imersif,(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih baik, Xiaomi menghadirkan empat speaker (quad) berteknologi Dolby Atmos.

Speaker ini ditempatkan di bagian kiri dan kanan tablet (dalam orientasi horizontal atau laundscape).

Impresi kami, audio yang dihasilkan speaker ini keras dan jerih. Penempatan speaker di kiri dan kanan tablet menghasilkan audio surround, sehingga pengalaman menonton video atau film menjadi lebih seru.

Selain speaker, tablet ini juga dibekali dengan port USB-C dan jack audio 3,5 mm di bagian bawah. Kemudian pada bagian kiri, terdapat tombol power.

Sementara itu, bagian kanan tablet diramaikan oleh tombol volume dan laci untuk kartu microSD. Pengguna bisa memasangkan kartu microSD hingga 1 TB.

Laci tidak memiliki slot untuk kartu SIM, sehingga konektivitas yang digunakan hanya terbatas pada Wi-Fi dan koneksi hotspot melalui smartphone atau gadget lainnya.

Kamera masih bisa lebih baik lagi

Di sektor fotografi, Redmi Pad SE mempunyai kamera selfie 5 MP (f/2.2), yang mendukung perekaman video dengan resolusi 1080p pada 30 FPS.

Sementara itu, bagian punggung tablet ini memuat kamera 8 MP (f/2.0), dengan dukungan perekaman video yang sama.

Kamera tablet tersebut mendukung fitur High Dynamic Range (HDR) untuk mengoptimalkan kecerahan hasil foto secara otomatis.

Ada pula mode “Document” untuk memotret dokumen, “Night Mode” untuk memotret dalam keadaan malam hari, dan lain sebagainya.

Menurut kami, kedua kamera ini sudah memiliki kualitas yang cukup, tetapi masih belum ideal.

Pada foto selfie di bawah, pengguna bisa melihat hasil foto yang dihasilkan tidak begitu tajam, misalnya untuk bagian rambut yang terlihat blur.

Hasil selfie menggunakan kamera depan Redmi Pad SE(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Kemudian pada gambar di bawah ini, hasil gambar yang dipotret dengan kamera belakang akan pecah begitu pengguna melakukan zoom.

Hasil memotret dengan kamera belakang Redmi Pad SE(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Terlepas dari itu, kamera ini sudah sangat cukup digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, jika pengguna ingin melakukan selfie atau foto pemandangan kasual ketika bepergian.

Namun, bagi pengguna yang ingin memanfaatkan tablet ini sebagai alat fotografi, rasanya kamera yang ada masih belum ideal.

Bisa main “Genshin Impact”

Soal hardware, Redmi Pad SE ditenagai chipset Snapdragon 680 dengan fabrikasi 6 nm. System-on-Chip (SoC) delapan inti (octa-core) ini memiliki clockspeed maksimum 2,4 GHz.

Unit pengolah grafis (GPU) yang digunakan adalah Qualcomm Adreno 610.

Chipset kemudian dibarengi dengan RAM LPDDR4X 4 GB dan storage eMMC 5.1 128 GB.

Berdasarkan uji coba yang kami lakukan, spesifikasi ini masih dapat digunakan untuk bermain game-game populer, seperti “Genshin Impact”.

Redmi Pad SE dapat memainkan game ?Genshin Impact? dalam pengaturan grafik rata kiri alias ?Low?. Pengguna bisa mendapatkan 30 FPS saat mengeksplorasi dunia ?Teyvat? atau melawan bos.(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Adapun “Genshin Impact” dapat dimainkan dalam pengaturan grafik rata kiri alias “Low”. Dengan pengaturan seperti ini, kami mendapatkan sekitar 30 FPS saat mengeksplorasi dunia “Teyvat” atau melawan bos.

Kendati begitu, FPS ini akan menurun hingga 19 FPS apabila pengguna melawan banyak musuh sekaligus, atau ketika bos melakukan banyak pergerakan, misalnya ketika menggunakan jurus spesialnya.

Kami pun terkadang mengalami stutter atau patah-patah, yang umumnya terjadi ketika game tersebut baru dibuka. Seiring berjalannya waktu, stutter itu menghilang.

Beralih ke game shooter Call of Duty Mobile, kami bisa memainkan game ini dalam pengaturan grafik “High” dengan lancar jaya.

Redmi Pad SE dapat memainkan game Call of Duty Mobile dengan grafik High dalam 45-50 FPS.(Roulette/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Permainan secara konsisten berada di sekitar 45 hingga 50 FPS, sehingga jauh lebih nyaman dimainkan apabila dibandingkan dengan “Genshin Impact”.

Berikutnya, kami juga menjajal “PUBG Mobile”. Dalam pengaturan grafik normal alias “Balanced”, frame rate yang diperoleh konsisten di angka 25 FPS.

Redmi Pad SE dapat memainkan game PUBG Mobile dengan grafik Balanced pada 25 FPS.(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Meskipun terlihat rendah, kami merasa nyaman saat bermain “PUBG Mobile” karena tidak adanya stutter atau lag yang disebabkan oleh hardware tablet itu.

Terakhir, kami memainkan game MOBA “Mobile Legends: Bang Bang (MLBB)”, dan berhasil mendapatkan 60 FPS dalam pengaturan grafik rata kanan atau “Ultra”.

Redmi Pad SE dapat memainkan game Mobile Legends Bang Bang dengan grafik Ultra pada 60 FPS.(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Melihat deretan contoh di atas, seharusnya game dengan grafik yang lebih “ringan” dapat dimainkan pengguna Redmi Pad SE tanpa banyak masalah.

Perlu dicatat, saat kami bermain game untuk beberapa jam berturut-turut, permukaan tablet akan terasa hangat.

Hasil benchmark Redmi Pad SE

Kami melakukan benchmark tambahan untuk menguji hardware Redmi Pad SE. Adapun benchmark kami lakukan dengan dua program, yaitu 3DMark dan Geekbench 6.

Sejumlah program ini akan menghasilkan skor tertentu usai melakukan benchmark. Makin baik performa perangkat, makin tinggi pula skornya.

Melalui program 3DMark, kami mencoba mode “Wild Life”. Dalam mode ini, performa tablet akan diuji coba selama satu menit, dengan menyimulasikan game mobile pada momen atau adegan yang “berat”.

Hasilnya, Redmi Pad SE mendapatkan rata-rata skor 530 dengan rata-rata FPS mentok di 3,18 saja.

Hasil benchmark Redmi Pad SE dengan aplikasi 3DMark Wild Life(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Tablet ini meraih skor lima persen lebih tinggi dibanding skor perangkat Android lainnya, yang diuji dengan 3DMark.

Kendati begitu, 3DMark tidak merincikan merek perangkat Android yang dimaksud.

Benchmark selanjutnya dilakukan dengan Geekbench 6. Ada dua mode pengetasan yang dicoba, yaitu “CPU Benchmark” dan “GPU Benchmark”.

Seperti namanya, mode “CPU Benchmark” menguji performa CPU perangkat untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya membuka galeri, aplikasi pengolah kata atau angka, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, mode “GPU Benchmark” menguji performa komputasi GPU untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pembelajaran mesin (machine learning) dan lain sebagainya.

Nah, untuk benchmark CPU, tablet Redmi Pad SE mendapatkan skor 416 poin untuk pengetesan single-core dan 1.435 poin untuk pengetesan multi-core.

Hasil benchmark CPU Redmi Pad SE dengan menggunakan aplikasi Geekbench 6(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Sementara itu, skor yang diperoleh untuk benchmark GPU adalah 344 poin.

Hasil benchmark GPU Redmi Pad SE dengan menggunakan aplikasi Geekbench 6(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Aplikasi ini tidak merincikan perangkat apa saja yang memiliki skor lebih tinggi dan lebih rendah daripada Redmi Pad SE.

Baterai tahan seharian

Soal daya, Redmi Pad SE ditopang baterai berkapasitas 8.000 mAh, dengan teknologi pengisian cepat (fast charging) berdaya 10 Watt.

Berdasarkan uji coba kami, baterai ini bisa bertahan sekitar 19 jam untuk kebutuhan browsing, dengan kondisi sekitar empat jendela browser terbuka secara bersamaan.

Sementara itu, baterai dapat bertahan sekitar 10 jam 56 menit ketika digunakan untuk bermain game.

Untuk menghemat baterai, pengguna bisa memanfaatkan fitur hemat daya alias “Battery Saver”.

Ketika fitur ini diaktifkan, tablet akan “membekukan” aplikasi yang berjalan di background, dan membersihkan cache ketika tablet dalam keadaan terkunci.

Nah, saat browsing dengan mengaktifkan fitur “Battery Saver”, tablet bisa bertahan sekitar 28 jam 28 menit.

Ketika digunakan untuk bermain game, baterai bisa bertahan sekitar 14 jam. Kami tidak menemukan adanya perbedaan performa atau FPS ketika menggunakan fitur ini.

Jika baterai sudah habis, pengguna bisa mengisi daya dengan menggunakan charger 10 Watt, yang sudah disertakan dalam paket pembelian.

Pengujian kami menunjukkan bahwa tablet Redmi Pad SE membutuhkan waktu 3 jam 44 menit, untuk terisi dayanya dari 0 persen hingga 100 persen.

Kesimpulan

Redmi Pad SE mengusung layar luas 11 inci, dengan resolusi Full HD Plus (1.920 x 1.200 piksel), dan dukungan 16,7 warna. Dengan begitu, layar Redmi Pad SE sangat cocok digunakan untuk menonton video YouTube atau Netflix-an.(KOMPAS.com/Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy)

Kesimpulannya, Redmi Pad SE merupakan tablet yang layak dibeli, apalagi dengan harga Rp 1,9 juta yang relatif terjangkau ketimbang tablet lainnya.

Walaupun murah, bukan berarti tablet ini murahan. Sebab, tablet sudah dibekali layar 11 inci beresolusi Full HD Plus dengan refresh rate 90 Hz, sehingga cocok untuk produktivitas dan hiburan.

Ketika menonton video YouTube atau film Netflix, fitur audio Dolby Atmos membuat pengalaman menonton lebih seru, tetapi pengguna yang memakai earphone tentunya tidak akan membutuhkan fitur ini.

Baterainya yang tahan lama dan bobotnya yang ringan, membuat Redmi Pad SE cocok dibawa bepergian, tanpa harus melakukan pengisian daya berulang kali.

Soal performa, tablet anyar ini juga cukup mumpuni untuk menjalankan beberapa game populer dengan pengaturan grafik normal atau tinggi.

Akan tetapi, rasanya Redmi Pad SE bukanlah tablet yang tepat, jika pemain ingin menjajal game dengan grafik ciamik seperti Genshin Impact.

Kemudian kamera yang ada di Redmi Pad SE masih “pas-pasan”, sehingga kurang cocok bagi fotografer.

Spesifikasi Redmi Pad SE

Di luar sejumlah spesifikasi yang sudah dijelaskan, Redmi Pad SE menjalankan sistem operasi (OS) Android 13, yang dipoles dengan tampilan antarmuka (UI) MiUI Pad 14.

Tablet ini mendukung konektivitas Wi-Fi 2,4 GHz dan Bluetooth 5.0.

Fitur pendukung lainnya mencakup pemindai wajah (face unlock) berteknologi AI, USB-C, perlindungan layar dengan sertifikasi low blue light serta flicker free dari TUV Rheinland, Hi-Res Audio, dan masih banyak lagi.

Harga Redmi Pad SE di Indonesia

Redmi Pad SE tersedia di Indonesia dalam varian warna Graphite Gray dan Mint Green. Tablet ini dijual dalam satu varian saja, yaitu RAM 4 GB/128 GB. Berikut ini harganya:

  • Redmi Pad SE (4 GB/128 GB) – Rp 1.999.000

Tablet Redmi Pad SE sudah bisa dibeli di kanal penjualan resmi Xiaomi, baik secara online maupun offline.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *